Posted by : lita fr. November 30, 2011

Saat kita hendak mengakses suatu partisi (drive) tertentu, hendaknya kita me-mount partisi tersebut terlebih dahulu.

Mungkin untuk lebih jelasnya begini aja deh...

Saya menginstal dual OS pada laptop. Ada 4 partisi: satu partisi untuk Windows XP, dua partisi untuk data pribadi, dan satunya lagi untuk Ubuntu. Nah, dua partisi yang berisi data pribadi saya formatnya NTFS, jadi saat ingin membuka partisi tersebut di Ubuntu (karena lebih sering pakai Ubuntu ketimbang XP) saya harus me-mount partisi itu.

Pada bagian devices terdapat 3 partisi dengan format NTFS
Cara manual mounting:
  1. Arahkan kursor pada partisi yang ingin dibuka
  2. Klik kanan, pilih “Mount”
Sebagai contoh, saya me-mount partisi "black_ID"
Hasilnya di samping nama partisi (contoh di atas “black_ID”) ada gambar kecil yang fungsinya bisa meng-unmount partisi, tinggal diklik saja. Sebenarnya sih kalau ingin lebih praktik, jangan klik kanan lagi, langsung aja klik kiri. Tapi hal tesebut tidak dianjurkan.

Nah, karena tidak dianjurkan untuk klik kiri (namun harus klik kanan dulu), ada cara yang lebih praktis, yaitu ketika kita menjalankan Ubuntu, drive-drive yang ingin kita akses akan di-mount otomatis. Caranya:
  1. Install aplikasi “MountManager” (bisa dari Ubuntu Software Center, Synaptic Package Manager, atau download).
  2. Untuk Anda yang men-download MountManager dengan format .deb, jika terdapat kesulitan install dulu libaudiolibqtcore4 libqt4-xml libqt4-dbus libqtgui4 baru install MountManager.deb. Atau lebih praktisnya, buka Terminal dan ketikkan perintah: sudo dpkg -i --force-depends *.deb.
  3. Setelah selesai meng-install, jalankan program mount manager tadi dengan membuka system administration mountmanager. Atau ketikkan mountmanager pada Terminal, lalu tekan Enter. Jika dimintai password, masukkan saja untuk autentifikasi.
  4. Akan muncul Welcome Screen, jika Anda berminat silakan dibaca-baca dulu, jika tidak klik tombol Close.
  5. Pilih dan klik partisi yang akan Anda automount.
  6. Klik tabulasi General, tandai pilihan Mount the partition during start of operating system.
  7. Jika ingin meng-automount partisi yang lain, ulangi langkah yang sama.
  8. Jika sudah selesai, pilih Apply.
  9. Apabila muncul jendela pop up information, pilih Close.
  10. Tutup aplikasi mount manager kemudian restart komputer Anda.
Yak, segitu aja. Silakan mencoba :)

P.S: Tidak disarankan untuk meng-automount partisi yang di dalamnya terdapat sistem operasi lain, misalnya Microsoft Windows.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

loading...

Follow by Email

Powered by Blogger.

- Copyright © catatan kecil - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -